MANFAAT
KATALOG DULU dan KINI
Oleh :
Ni Kadek Desi
Wulansari
1712312005
Program D3
Perpustakaan FISIP Universitas Udayana
Abstrak
Tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana manfaat
katalog dulu dan kini. Katalog perpustakaan adalah daftar semua bahan pustaka (buku,
majalah, kartografi, kaset, keping CD dan lain-lain) yang ada di
perpustakaan dengan dilengkapi oleh semua cantuman bibliografis sesuai dengan
sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan pustaka yang
dimiliki perpustakaan. Seiring dengan perkembangan katalog
perpustakaan juga berkembang dari waktu ke waktu akibat perkembangan yang
terkait dengan teknologi dan komunikasi. Hal ini menunjukn bahwa katalog terus
berkembang akibat zaman dan waktu ke waktu.
Kata Kunci :
Pengertian Katalog, Bentuk Katalog dan Manfaat Katalog Dulu dan Kini.
Latar Belakang
Seiring dengan
perkembangan teknologi, katalog sangtlah penting di kalangan perpustakaan.
Katalog juga merupakan wakil dari bahan pustaka, dan memberikan informasi yang
berkaitan dengan bahan pustaka. Dalam katalog juga dapat mempercepat dan
mempermudah dalam pencarian bahan pustaka, melalui
katalog pengguna dapat melakukan akses ke koleksi suatu perpustakaan. Perpustakaan
menginformasikan keadaan sumber daya koleksi yang dimilikinya kepada pengguna,
melalui katalognya. Katalog perpustakan juga tidak luput dari objek revolusi,
hal ini dibuktikan dengan munculnya inovasi pada media katalog dari masa ke
masa. Inovasi terhadap katalog perpustakaan ditujukan untuk memberi kemudahan
kepada pengguna perpustakaan dalam menemu-balikkan bahan pustaka yang
diinginkannya dari perpustakaan. Paper ini
juga akan menguraikan tentang pengertian, fungsi, bentuk dan manfaat dari katalog.
A.
Pengertian
katalog
Katalog berasal
dari bahasa Indonesia berasal dari kata Catalog dalam bahasa Belanda, serta Catalogue dari bahasa Inggris. Istilah katalog itu
sendiri berasal dari frase Yunani Katalogos. Kata
bermakna sarana atau menurut, sedangkan logos memiliki
berbagai arti seperti kata, susunan, alasan dan nalar. Jadi katalog dari segi
kata bermakna sebuah karya dengan isinya disusun menuruit cara yang masuk akal.
Menurut sebuah simpanan rencana atau hanya berdasarkan kata demi kata.(strout
1957)
Beberapa definisi katalog menurut
ilmu perpustakaan dapat disebutkan sebagai berikut :
·
Katalog berarti daftar berbagai jenis koleksi perpustakaan yang disusun
menurut sistem tertentu. (Fathmi, 2004)
·
A catalogue is a list of, an index to, a collection of books and/or other
materials. It enables the user to discover : what material is present in the
collection, where this material may be found. (Hunter)
·
suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan-bahan lain dalam suatu
perpustakaan ,dengan informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit,
tahun terbit, bentuk fisik, subjek, ciri khas bahan dan tempatnya. (Gates)
·
Katalog perpustakaan merupakan suatu rekaman atau daftar bahan pustaka yang
dimiliki oleh suatu perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun
menurut aturan dan sistem tertentu. (Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan, 2003)
Menurut Sulistyo-Basuki
(1993: 315), “katalog perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan
atau dalam sebuah koleksi. Daftar menunjukkan susunan menurut prinsip tertentu
dan sedangkan buku mencakup arti buku dalam arti luas”. Sejalan dengan pendapat
tersebut, menurut Listariono (2011) katalog perpustakaan merupakan daftar buku
atau bahan pustaka bentuk yang lain. Dalam katalog ini dimuat tentang nama
pengarang, judul buku,edisi, cetakan, kota terbit, penerbit dan tahun terbit.
Dengan katalog perpustakaan ini pengguna perpustakaan dapat memperoleh sumber
informasi yang dimiliki oleh perpustakaan.
B.
Fungsi Katalog
Katalog perpustakaan mencatat data mengenai buku itu
sehingga pembaca dapat menemukannya dengan cepat. Karena itu katalog harus
mencatat data yang lengkap mengenai buku yang ada diperpustakaan. Tujuan
katalog seperti itu telah diurikan oleh pustakawan Cutter pada tahun 1876,
adapun tujuan dan objek katalog ialah :
1.
Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui berdasarkan
a. Pengarangnya
b. Judulnya
c. Subjeknya
2.
Menunjukan buku yang dimiliki perpustakaan
a. Oleh pengaraang
tertentu
b. Berdasarkan
subjek tertentu
c. Dalam jenis
literatur tertentu
3.
Membantu dalam pemilihan buku
a. Berdasarkan
edisinya
b. Berdasarkan
karakternya (sastra ataukah topik)
Fungsi tersebut dikemukakan oleh Cutter lebih dari 100 tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih sangat relevan tentunya dengan beberapa penyesuaian seperti istilah buku sebaiknya diganti dengan istilah koleksi. Sedangkan untuk katalog induk mempunyai fungsi tambahan antara lain mempermudah penyalinan katalog (copy cataloguing), mendukung pengawasan bibliografi (bibliographic control), dan menopang silang layan (inter library loan).
Qalyubi dkk (2007) menyebutkan
fungsi katalog adalah sebagai berikut :
a. Mencatat karya
seseorang pada tajuk yang sama.
b. Menyusun entri
pengarang secara tepat sehingga semua karya seseorang berada pada tajuk yang
sama.
c. Mencatat semua
judul bahan pustaka yang dimiliki suatu perpustakaan.
d. Menunjukkan
rujukan silang (cross reference)
dari beberapa istilah atau nama-nama yang sama yang digunakan sebagai tajuk.
e. Memberikan
petunjuk letak/lokasi bahan pustaka yang disusun pada perpustakaan. memberikan
uraian tentang setiap karya yang dimiliki suatu perpustakaan sehingga pengguna
perpustakaan (user) dapat
memperoleh informasi yang lengkap tentag karya itu.
C. Bentuk-bentuk Katalog
·
Bentuk Fisik Katalog
Bentuk katalog
yang digunakan di perpustakaan mengalami perubahan-perubahan atau
perkembangan-perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog
terlihat dari bentuk fisiknya yang dapat dikelompokkan :
1. Katalog
berbentuk buku (book catalog)
Katalog berbentuk buku, katalog
tersebut sering juga disebut katalog tercetak (printed catalog). Keuntungan dari katalog berbentuk buku
adalah dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan, dapat diletakkan pada berbagai
tempat, dan mudah disebarluaskan ke perpustakaan lain.
Kelebihan dari katalog buku ini
adalah entri pada katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat, mudah
menyimpannya, mudah menanganinya, bentuknya ringkas dan rapi.
Kelemahan dari katalog/indeks
berbentuk buku adalah cepat usang atau ketinggalan jaman. Hal itu
terjadi karena setiap kali perpustakaan memperoleh buku baru, berarti katalog
sebelumnya harus diperbaharui kembali, atau setidak-tidaknya membuat
suplemen. Dengan demikian, katalog berbentuk buku ini tidak luwes.
Biaya pembuatan berbentuk buku cenderung lebih mahal, karena bentuk dan jumlah
cantumannya sering berubah, katalog berbentuk buku cenderung ditinggalkan oleh
perpustakaan dan beralih ke katalog kartu.
2. Katalog Kartu (card catalog)
Bentuk katalog kartu masih banyak
digunakan di perpustakaan hingga saat ini. Keuntungan dari katalog kartu
ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di
perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan
pada jajaran kartu yang ada.
Penggunaan katalog kartu tidak
dipengaruhi faktor luar, misalnya terputusnya aliran listrik, dan kemungkinan
rusak sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar. Kelemahannya
ialah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga Pemustaka (user) sering harus
antri menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar, karena harus
memilah-milah jajaran kartu sesuai urutan indeksnya.
3. Katalog Berkas (Sheaf
Catalog)
Merupakan kumpulan kertas/ kartu
berupa lembaran berukuran 7,5 x 12,5 cm. atau 10 x 15 cm. Masing-masing lembar
berisi data katalog. Pada bagian kiri diberi lubang. Kemudian diikat atau
dijilid. Pada bagian depan dan belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai
pelindung. Setiap berkas dapat memuat antara 500 hingga 600 lembar. Berkas yang
sudah terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas.
4. Katalog Cetak
Merupakan proses Setelah uraian-uraian katalog disusun menurut system
tertentu, kemudian dicetak menjadi semacam bibliografi sebanyak yang
diperlukan. Kelebihan bentuk ini ialah katalog dapat diperbanyak dan dibawa kemana-mana.
Tetapi kelemahannya tidak dapat menerima entri-entri baru.
5. Katalog COM (Computer Output
Microform)
Dibuat pada salah satu bentuk microfilm atau microfishe.
Katalog dalam bentuk mikro ini relative lebih murah jika dibandingkan dengan
katalog dalam bentuk buku, dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah
daripada katalog kartu. Disisi lain, banyak pelanggan menemukan versi microfiche yang tidak
menyenangkan digunakan. (Taylor, 1992 dalam Hasugian, 2009).
6.
Katalog CD-ROM (Compact
Disk Read Only Memory)
Merupakan
katalog yang dikemas dalam bentuk CD dan dioperasikan dengan menggunakan
komputer.
7. OPAC (Online Public Access Catalog)
Merupakan katalog yang tersimpan di komputer, dapat
diakses dari berbagai titik atau lokasi selama titik/lokasi tersebut tergabung
dalam jaringan internet. Menurut Hermanto (2007) OPAC banyak di gunakan pada
berbagai perpustakaan karena memiliki berbagai keuntungan diantaranya :
1. Penelusuran
informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
2. Penelusuran dapat
dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu
3. Jajaran
tertentu tidak perlu di-file
4. Penelusuran
dapat dilakukan dari berbagai pendekatan sekaligus
5. Rekaman
bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas
D. Jenis-Jenis
Katalog
Katalog terdiri dari beberapa
jenis, yaitu
1.Katalog Pengarang
Digunakan jika
buku yang akan kita cari hanya diketahui nama pengarangnya. Atau ingin
mengetahui pengarang tertentu telah mengarang buku apa saja. Katalog pengarang
disusun sistematis berdasarkan nama pengarang suatu karya di dalam kabinet
katalog. Penulisan nama pengarang adalah dengan cara menuliskan terlebih dahulu
nama keluarga.
2.Katalog Judul
Digunakan jika
buku yang akan kita cari hanya diketahui judul bukunya. Atau ingin mengetahui
judul buku tertentu yang sama telah dikarang oleh pengarang mana
saja. Katalog judul disusun secara sistematis berdasarkan judul dalam kabinet
katalog. Melalui katalog judul dapat diketahui judul-judul buku yang sama, yang
dikarang oleh pengarang yang berbeda.
b. Katalog leksikal (directionary
catalogue)
Digunakan
bila kita ingin mengetahui berbagai buku yang membahas subyek yang
sama, biasanya sering digunakan dalam mengumpulkan bahan pustaka untuk
kepentingan pembuatan penelitian, makalah dsb. yang membahas suatu subyek
tertentu. Melalui katalog subyek akan diketahui karya-karya yang
dikarang oleh berbagai pengarang dengan judul yang berbeda-beda tetapi memiliki
pokok bahsan yang sama.
c. Katalog terbagi atau susunan
terpisah (divided catalogue).
Yaitu katalog
yang sebelumnya dibagi berdasarkan : Subjek, Pengarang, dan Judul.
Masing-masing kelompok kemudian disusun berdasarkan abjad (secara alfabetis).
d. Katalog (Classed
catalog atau classified catalogue)
Yaitu katalog
subjek yang disusun menurut suatu urutan nomor klasifikasi.
E. Susunan Katalog
A. Katalog
Abjad terdiri dari :
1. Katalog Pengarang yaitu memberikan informasi mengenai karya seorang
pengarang yang dimiliki perpustakaan.
Pengertian pengarang mencangkup juga editor, complier, ilustrator, penerjemah
dan lain-lain.
2. Katalog Judul yaitu merupakan entri judul disusun menurut abjad
3. Katalog Subjek yaitu entri subjek disusun menurut abjad, memungkinkan
pengguna mengakses katalog menurut judul.
4. Katalog Susunan Kamus yaitu katalog yang mencakup semua entri dalam satu
jajaran.
B. Katalog berkelas
1. Alphabetico-classed catalogue
Katalog dengan entri subjek disusun menurut sebuah bagan klasifikasi. Dalam
susunan ini, mula-mula entri katalog disusun menurut susunan klas, kemudian
subdivisi dalam klas tersebut disusun menurut abjad.
2. Katalog terbagi (divided catalogue)
Katalog terbagi sebenarnya merupakan sempalan dari katalog susunan kamus.
Pada katalog terbagi terdapat 2 jajaran utama, yaitu jajaran subjek disusun
menurut abjad serta gabungan pengarang dan judul, sisusun menurut abjad.
Katalog ini merupakan katalog susunan kamus.
F. Manfaat Katalog
Jika kita lihat beberapa tahun
yang lalu mungkin katalog tidak secanggih masa kini, namun jika kita
membayangkan tentang katalog masa dulu mungkin kita terbayang dengan kartu yang
berbentuk kotak, dengan ukuran tertentu dan memiliki beberapa fungsi seperti
sebagai informasi yang akan membantu pemustaka. Jika kita melihat manfaat
katalog masa dulu dan kini mungkin sangat bermanfaat bagi pengguna perpustakaan
dalam mencari atau mengetahui buku-buku yang ada di suatu perpustakaan. Selain
itu banyak lagi manfaat katalog seperti:
a) Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku
apa saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakaan:
·
Yang ditulis oleh pengarang tertentu
·
Dengan judul tertentu
·
Mengenai subjek tertentu
b) Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di
pasaran agar dapat dibeli.
c) Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang
ada dan diterbitkan di dalam suatu Negara.
d) Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk
perpustakaan.
e) Sebagai sarana promosi buku bagi took / penerbit.
Dengan adanya OPAC (Online Public
Acces Catalogue ) adalah jenis katalog yang paling sering digunakan dengan
memanfaatkan kecanggihan komputer. Bentuk ini adalah yang paling fleksibel dan
paling modern. Beberapa keunggulannya yaitu :
1. Filing tidak
diperlukan lagi,
2. Database dapat
di update secara online atau remote,
3. Tersedianya
menu help dan cross reference
4. Dapat diproduksi
dalam bentuk katalog lain,
5. Dapat
dihubungkan dengan database lain.
·
Katalog dulu atau katalog manual
1. Praktis, sehingga
setiap kali penambahan buku baru diperpustakaan tidak akan menimbulkan masalah karena entri baru dapat disisipkan
pada jajaran kartu yang ada.
2. Tidak dipengaruhi faktor
luar, misalnya terputusnya aliran listrik.
3. Kemungkinan rusak
sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar.
4. Dapat dicetak
sesuai dengan kebutuhan.
5. Dapat
diletakkan pada berbagai tempat.
6. Mudah
disebarluaskan ke perpustakaan lain.
7. Entri pada
katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat.
8. Mudah menyimpannya.
9. Mudah menanganinya
·
Katalog kini atau katalog on line
1. Cantuman bibliografi pada
OPAC dapat ditelusur dalam berbagai cara dan dapat ditampilkan pada berbagai
bentuk format tampilan, sedangkan pada katalog kartu hal itu tidak mungkin.
2. OPAC dapat memberi
reaksi dan merespon pengguna dalam suatu cara yang cerdas.
3. Menghemat waktu.
4. Dapat diakses melalui
terminal pada tempat yang berbeda dari dalam atau dari luar gedung
perpustakaan, melalui local area
networks (LAN) dan wide
area networks (WAN).
5. Bantuan temu balik
(retrieval aids).
6. Bantuan bahasa (linguistic aids).
7. Bantuan menjelajah
(navigational aids).
8. Bantuan arti kata (semantic aids).
Kesimpulan
Berdasarkan dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan
sebagai suatu system informasi berfungsi menyimpan pengetahuan dalam berbagai
bentuk serta pengaturannya sedemikian rupa, sehingga informasi yang diperlukan
dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat. Sebagai penyedia informasi
perpustakaan dituntut untuk mampu melayani pemustaka dengan waktu
yang relatif cepat untuk memberikan kepuasan layanan bagi pemustaka dalam dunia perpustakaan katalog diartikan sebagai
daftar berbagai jenis koleksi, dapat berupa buku yang dibuat menurut
sistem atau cara tertentu, secara alfabetis maupun secara sistematis untuk
memudahkan penemuan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan pemustaka (user) maupun oleh
petugas perpustakaan. Katalog juga mempunyai presentasi ciri-ciri dari sebuah bahan pustaka
atau dokumen (misalnya: judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.)
koleksi perpustakaan yang merupakan wakil ringkas bahan pustaka tersebut yang
disusun secara sistematis. Pengatalogan merupakan kegiatan menyiapkan pembuatan wakil ringkas dokumen (condensed representations) atau
katalog, untuk digunakan sebagai sarana temu kembali, agar dokumen yang dicari
dapat ditemukan dengan cepat dan tepat. Banyak perpustakaan yang
menggunakan OPAC karena dapat memudahkan untuk mencari dan hanya mengetik judul
dan nama saja.
Jadi
secara garis besar katalog sangat bermanfaat di sebuah perpustakaan yang ada di
dunia ini, dengan adanya katalog orang-orang pengguna perpustakaan dengan mudah
dalam mencari koleksi yang ada di perpustakaan, apaliagi dengan adanya sistem
OPAC penggua pustaka dengan sangat cepat dalam menemukan koleksi yang ada di
perpustakaan.
Daftar Pustaka
Sulistyo Basuki,
1993.Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta:Gramedia Pustaka. Diakses pada tanggal 12 februari 2018
Syam,
Edi. (2016). Pengertian, Jenis dan Manfaat Katalog. Diakses 13
Februari 2017
Fahmi, Yusri.
(2015). Katalog Perpustakaan di Era World Wide Web: Redefinisi Tujuan
dan Fungsi Katalog Perpustakaan. Diakses pada
tanggal 12 Februari 2018
http://www.kompasiana.com/elfarach/katalog-perpustakaan-di-era-world-wide-web-redefinisi-tujuan-dan-fungsi-katalog-perpustakaan_54f79c37a33311601c8b4578
http://www.kompasiana.com/elfarach/katalog-perpustakaan-di-era-world-wide-web-redefinisi-tujuan-dan-fungsi-katalog-perpustakaan_54f79c37a33311601c8b4578
Tidak ada komentar:
Posting Komentar