Minggu, 11 Februari 2018

Sejarah Klasifikasi Tumbuhan dan Hewan

SEJARAH dan PERKEMBANGAN KLASIFIKASI SECARA UMUM
Oleh :
Ni Kadek Desi Wulansari
Program D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana


Abstrak

          Pembuatan paper ini bertujuan untuk mengetahui Klasifikasi Tumbuhan dan Klasifikasi Hewan secara umum.
          Paper ini akan memberikan informasi mengenai Sejarah dan Perkembangan dari Klasifikasi Tumbuhan dan Hewan dalam hal ini Sejarah dan Perkembangan dapat diketahui apabila sudah membaca dan mengetahui isi dari isi dari Sejarah dan Perkembangan tersebut untuk menambah wawasan tentang apa itu Klasifikasi  bukan dari melihat saja tetapi dari membaca dan mendalami Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi Tumbuhan dan Hewan secara umum.
Kata Kunci : Klasifikasi secara umum yaitu Klasifikasi Tumbuhan dan Hewan.


Latar Belakang
          Di dunia ada sekitar 500 juta jenis organisme. Organisme ini memiliki karakteristik yang beraneka ragam. Keragaman organisme ini kebutuhan sistem untuk mengenali dan mempelajarinya. Beberapa ahli biologi mencoba untuk menciptakan sebuah sistem untuk membuatnya lebih mudah untuk mengetahui dan belajar melalui cara mengelompokkan organisme yaitu Klasifikasi adalah pengelompokan atau penyusunan nama-nama makhluk hidup tumbuhan atau hewan untuk memudahkan mempelajarinya. Secara garis besar klasifikasi yang mempelajari tentang makhluk hidup tersebut juga mempunyai komponen-komponen yang tersusun didalamnya. Didalam klasifikasi ini juga harus didukung dengan informasi-informasi sehingga memudahkan untuk mencari atau menemukan hal dengan cara yang mudah.

1.   Klasifikasi Tumbuhan
Klasifikasi Tumbuhan adalah adalah pembentukan kelompok-kelompok dari seluruh tumbuhan yang ada di bumi ini hingga dapat disusun takson-takson secara teratur mengikuti suatu hierarki.Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran, penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan (klasifikasi), dan penamaan tumbuhan.  Didalam klasifikasi ini terdapat cirri-ciri dari klasifikasi tumbuhan yaitu:
  1. Dinding sel yang tersusun atas selulosa.
  2. Memiliki klorofil yang berfungsi sebagai fotosintesis.
  3. Karena memiliki klorofil, maka kingdom plantae bersifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri) dengan bantuan sinar matahari.
  4. Eukariot
  5. Multiseluler
  6. Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati)
  7. Mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya.


Klasifikasi Menurut Para Ahli diantaranya:
·         Aristotales
Aristoteles ialah seorang ilmuwan sekaligus filosof Yunani kuno yang merintis berkembangnya taksonomi, taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup. Di dalam bukunya, Historia Animalum, ia memperkenalkan sekitar 520 jenis hewan. Oleh karena itu, Aristoteles dijuluki sebagai Bapak Zoologi. Aristoteles mengelompokkan hewan menjadi dua kelompok, yaitu hewan berdarah merah seperti singa, harimau, kambing, dan lain lain, dan hewan yang tidak berdarah merah contohnya seperti belalang.

·         Theophrastus
Theophrastus ialah murid Aristoteles. Sebagai seorang pakar botani, ia memperkenalkan sekitar 500 jenis tumbuhan dalam bukunya Historia Plantarum. Ia mengeompokkan tumbuhan menjadi 4 kelompok, yaitu herba, semak, perdu, dan pohon.

·         John Ray ialah seorang ilmuwan berkebangsaan inggris. Ia merintis pengelompokan makhluk hidup ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. Dia juga lah yang mencetuskan konsep spesies. Menurut Ray, spesies adalah:
1.      Sekelompok individu serupa yang memiliki nenek moyang yang sama.
2.     TIdak dihasilkan jenis lain.
3.     Organisme-organisme yang menunjukkan adanya perbedaan yang kecil,tetapi mereka berasal dari nenek moyang yang sama.

·         Carolus Linnaeus (1707-1778)

Di pertengahan abad ke-18, seorang ilmuwan dari Swedia yang bernama Carolus Linnaeus memperkenalkan klasifikasi baru hasil penyempurnaan dari klasifikasi John Ray. Menurut Linnaeus, suatu spesies adalah kelompok organisme yang memperlihatkan tipe yang khusus. Organisme yang memiliki tipe berbeda dari suatu spesies tertentu berarti tidak termasuk dalam spesies tersebut. suatu spesies tidak akan mengalami perubahan.
Selain itu, Linnaeus juga memperkenalkan tata nama makhluk hidup dengan pemakaian tingkatan atau takson dan nama ilmiah. Linnaeus mendeskripsikan dan mendaftarkan tumbuhan di dalam bukunya yang berjudul Species Plantarum (1753), sedangkan hewan dituangkannya di dalam bukunya yang berjudul Systema Naturae (1758).

Selain memiliki ciri-ciri yang telah disebutkan di atas. Kingdom Plantae juga memiliki klasifikasinya sendiri. Klasifikasi ini membantu kita untuk dapat membedakan antara spesies yang satu dengan spesies yang lain dalam Kingdom Plantae. Divisi Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
Tumbuhan lumut sangat mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Terutama di berbagai tempat yang lembab seperti tembok, tanah, bebatuan lapuk bahkan menempel di kulit pohon. Tumbuhan lumut menyukai tempat yang lembab. Ini dikarenakan saat bereproduksi tumbuhan lumut membutuhkan air untuk melakukan pembuahan. Ketiadaan air, meyebabkan sel kelamin jantan tidak bisa membuahi sel kelamin betina. Bagian tubuh pada lumut yang memiliki kemiripan dengan akar disebut Rizoid. Rizoid memiliki fungsi untuk menyerap air dan garam mineral serta sebagai alat perlekatan pada habitatnya.

Contoh pada tembok. Tumbuhan lumut tidak memiliki floem dan xylem yang berfungsi sebagai pembuluh angkut. Karena itulah, lumut sangat menyukai tempat yang lembab dimana terdapat kandungan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Tumbuhan lumut terbagi atas 3 yaitu, Kelas Hepaticopsida (Lumut Hati) , Kelas Anthocerotopsida (Lumut Tanduk) dan Kelas Bryopsida (Lumut Daun).




2.    . Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Tumbuhan Paku sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tumbuhan paku bisa hidup di mana saja tetapi tumbuhan paku ini harus berada didekat aliran air seperti sungai. Tumbuhan Paku ini merupakan kingdom plantae yang memiliki akar, batang dan daun sejati. Susunan daun tumbuhan paku menyirip seperti bulu. Berbeda dengan lumut, tumbuhan paku telah memiliki pembuluh angkut yaitu xylem dan floem. Selain itu tumbuhan paku juga dapat hidup dimana saja terutama di tempat yang lembab seperti di air, permukaan batu, tanah, hutan hujan tropis bahkan menempel di kulit pohon. Tumbuhan paku memiliki bentuk yang bervariasi seperti lembaran, perdu atau berbentuk seperti tanduk rusa.

3.     Divisi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
Tumbuhan biji merupakan tingkatan tertinggi dari Kingdom Plantae. Tumbuhan biji telah memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan biji menghasilkan biji sebagai alat perkembang biakan. Selain itu, tumbuhan biji memiliki ketinggian dan bentuk yang bervariasi dari divisi-divisi kingdom plantae sebelumnya. Mempunyai habitat di darat dan sebagian di air contohnya pada teratai yang mengapung di air. Reproduksi pada tumbuhan berbiji bereproduksi melalui penyerbukan dan pembuahan. Divisi spermatophyte terbagi lagi atas dua sub divisi yaitu sub divisi Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka) dan sub divisi angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Sistem Klasifikasi dan Tokoh- tokoh Pencetusnya
Dalam garis besarnya, perkembangan sistem klasifikasi dari masa ke masa adalah sebagai berikut:
·         Periode tertua
Dalam zaman prasejarah orang telah mengenal tumbuh-tumbuhan penghasil bahan pangan yang penting seperti yang kita kenal sampai saat ini. Jenis-jenis tumbuhan ini diperkirakan telah diperkenal sejak 7 sampai 10 ribu tahun yang telah lalu, telah dibudidayakan oleh bangsa Mesir, China, Asiria dan Tigris Di Timur Tengah serta bangsa-bangsa Indian di Amerika Utara dan Selatan, sejak beberapa ribu tahun yang lalu telah dikenal berbagai jenis tumbuhan yang merupakan penghasil bahan pangan, sandang, dan bahan obat yang berarti bahwa sebenarnya merekapun telah menerapkan suatu sistem klasifikasi, dalam hal ini suatu system klasifikasi yang didasarkan atas manfaat tumbuhan, sehingga tidak dapat dianggap sebagai system buatan yang tertua. Jelaslah bahwa sejak berpuluh – puluh abad yang lalu orang telah terjun dalam kegiatan – kegiatan taksonomi tumbuhan, walaupun pengetahuan yang telah mereka kumpulkan belum begitu berarti, juga belum ditata, belum menunjukan hubungan sebab dan akibat, sehingga belum dapat disebut sebagai “ilmu pangetahuan”(science) menurut ukuran sekarang.
·         .Periode sistem numerik

Periode ini terjadi pada permulaan abad ke 18, yang ditandai dengan sifat sistem yang murni artifisial, yang sengaja dibuat sebagai sarana pembantu dalam identifikas tumbuhan. Sistem ini tidak menggunakan bentuk dan tekstur tumbuhan sebagai dasar utama pengklasifikasian. Tetapi pengambilan kesimpulan mengenai kekerabatan antara tumbuhan.
·          Periode sistem klasifikasi yang didasarkan atas kesamman bentuk atau sistem alam,dari kira-kira akhir abad ke-18 sampai pertengahan abad ke-19

Menjelang berakhirnya abad ke-18 terjadi perubahan-perubahan yang revolusioner dalam pengklasifikasiaan tumbuhan. Sistem klasifikasi yang baru ini disebut “sistem alam” yaitu golongan yang terbentuk merupakan unit-unit ynag wajar (natural) bila terdiri dari anggota-anggota itu,dan dengan demikian dapat tercermin pengertian manusia mengenai yang disebut yang dikehendaki oleh alam. Secara harfiah istilah “sistem alam” untuk aliran baru dalam klasifikasi ini tidak begitu tepat karena pada hakekatnya semua sistem klasifikasi adalah sistem buatan. Untuk sitem klasifikasi yang digunakan dalam periode ini, digunakan nama “sistem alam” (natural system) dengan maksud untuk memenuhi keinginan manusia akan adanya penataan yang tepat yang lebih baik dari sistem-sistem sebelumnya.
·          Periode Sistem Filogenetik dari Pertengahan abad ke 19 hingga sekarang
Sistem klasifikasi dalam periode ini berupaya untuk mengadakan penggolongan tumbuhan yang sekaligus mencerminkan urutan – urutan golongan itu dalam sejarah perkembangan filogenetiknya dan demikian juga menunjukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan yang satu dengan yang lain. Jadi dalam klasifikasi ini dasar yang digunakan adalah “filogeni” dan dari sini lahirlah nama “sistem filogenetik” kenyataanya, bahwa kemudian muncul sistem klasifikasi yang berbeda, membuktikan bahwa persepsi dan interpretasi para ahli biologi mengenai yang disebut filogeni itu masih berbeda-beda.
2. Klasifikasi Hewan

     Kingdom Animalia atau biasa disebut hewan merupakan organisme eukariotik (organisme dengan sel kompleks)  yang multiseluler. Berbeda dengan tumbuhan, hewan tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri. Oleh karena itu, hewan harus mencari makanannya sendiri untuk mendapatkan energi  kemudian makanan tersebut dicerna di dalam tubuhnya. Proses ini membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai zat sisa.

Ciri-ciri Klasifikasi Hewan atau kingdom animalia :
1.     Makhluk Hidup Multiseluler (Memiliki banyak sel)
2.     Bersifat Heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
3.     Memerlukan Oksigen
4.     Memiliki sel otot untuk penggerak dan sel saraf untuk rangsangan
5.     Reproduksi Umumnya Seksual, namun beberapa filum juga menggunakan reproduksi aseksual

Didalam klasifikasi hewan terdapat golongan hewan Vertebrata dan Invertebrata yaitu:
1.     Hewan Vertebrata
Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan-hewan yang tergolong dalam Vertebrata dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni :
  • Ikan (Pisces), yaitu Hewan yang hidup didalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip dan berkembang biak dengan cara bertelur.
  • Amfibi (Amphibia), yaitu Hewan yang dapat hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengatur suhu badan sendiri) dan bernafas dengan paru-paru. Contoh Hewan Amfibi seperti Katak, Salamander dan kadal air.
  • Reptil (Reptilia), adalah hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh Hewan Reptil adalah buaya, kadal dan ular.
  • Burung (Aves), yaitu Hewan yang bisa terbang, Hewan Aves atau Burung ini memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Meskipun Aves sering disebut sebagai hewan yang bisa terbang, ada beberapa jenis hewan yang tergolong dalam Aves tetapi tidak bisa terbang seperti Ayam, Bebek, Angsa dan Kalkun.
  • Hewan Menyusui (Mammalia), yaitu hewan yang memiliki kelenjar susu (betina) yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air. Contoh Hewan Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus, Lumba-lumba.



2.     Hewan Invertebrata
Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Struktur morfologi, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan  darah  Hewan Invertebrata lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata. Hewan yang termasuk dalam golongan Hewan Invertebrata antara lain :
  • Filum Protozoa, yaitu hewan yang bersel satu yang hidup di dalam air. Bentuk tubuh Protozoa sangat kecil yaitu berkisar antara 10-50 μm tetapi ada juga yang memiliki bentuk tubuh hingga 1mm. Sumber makanan Protozoa adalah hewan dan tumbuhan. Berdasarkan alat geraknya, Protozoa terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Rhizopoda (berkaki semu), kelas Flagellata (berbulu cambuk), kelas Cilliata (berambut getar), dan kelas Sporozoa (berspora).
  • Filum Porifera atau hewan berpori, yaitu hewan air yang hidup di laut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut dan dapat berpindah tempat dengan bebas. Sumber makanan Porifera adalah Bakteri dan Plankton. Filum Porifera terbagi menjadi 3 kelas yaitu Kelas Corcorea, kelas Hexactinelida dan Kelas Demospangia.
  • Filum Cnidaria, yaitu hewan yang memiliki sel penyengat yang dinamai knidosit yang digunakan untuk menangkap mangsa dan membela diri. Cnidaria dibagi menjadi 4 kelompok yaitu Anthozoa (anemone laut, koral, pena laut), Scyphozoa (Ubur-ubur), Cubozoa (ubur-ubur kotak) dan Hydrozoa. Filum Cnidari kebanyakan terdapat di lingkungan laut. Filum Cnidaria terkadang dikategori sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.
  • Filum Ctenophora yaitu hewan yang memiliki lubang-lubang kecil atau pori dihampir seluruh tubuhnya. Pori tersebut dapat menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau musuhnya.Meskipun bentuknya seperti ubur-ubur, tetapi filum Coelenterata tidak memiliki sel penyengat (knidosit) seperti pada filmu Cnidaria. Filum Ctenophora terkadang dikategorikan sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.
  • Filum Platyhelminthes atau Cacing Pipih, yaitu hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing pipih ini pada umumnya hidup di sungai, laut, danau ataupun sebagai parasit di tubuh organisme lain. Terdapat 3 kelas dalam filum Platyhelminthes yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (Cacing Isap) dan Cestoda (cacing pita).
  • Filum Nematoda (Cacing Gilik), yaitu cacing yang berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh Filum Nematoda berbentuk runcing dan sedangkan tengahnya bulat. Contoh Cacing Gilik diantaranya seperti cacing tambang, cacing askaris dan cacing filaria.
  • Filum Annelida (Cacing Gelang), yaitu cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Filum Annelida terbagi menjadi 5 kelas yaitu Polychaeta (berambut banyak), Oligochaeta (berambut sedikit atau tidak ada rambut sama sekali), dan Hirudinea (menghisap darah). Contoh cacing jenis Filum Annelida diantaranya seperti cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas dan lintah.
  • Filum Mollusca (Filum Moluska), yaitu hewan yang bertubuh lunak baik dilindungi oleh cangkang maupun yang tidak dilindungi oleh cangkang. Cangkang Filum Mollusca terdiri dari bahan kalsium (zat kapur). Filum Mollusca terdiri dari 3 kelas yakni P (memiliki 2 buah cangkang seperti kerang, tiram dan simping), Gastropoda (Siput baik yang bercangkang ataupun tidak), Cepalophoda (Gurita dan cumi-cumi), Scaphopoda dan  Amphineura.
  • Filum Artropoda, yaitu filum bertubuh segmen yang biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan dan simetri bilateral. Filum Artropda juga dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku. Filum Artropoda terbagi menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah  Chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking),  Myriapoda (lipan), Krustasea (kepiting, lobster, udang) dan Hexapoda (serangga).




Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa klasifikasi tumbuhan dan hewan adalah pengelompokan yang membantu setiap orang dalam mengenal dan mempelajari organisme melalui dasar atau kriteria dan hubungan kekerabatan antar organisme. Setiap orang dapat melakukan klasifikasi pada makhluk hidup yaitu tumbuhan atau hewan, tetapi untuk melakukan klasifikasi yang benar harus memenuhi dasar-sdasar klasifikasi yang sudah ada. Klasifikasi juga dapat memudahkan dalam mencari hal yang diperlukan dalam mengelompokkan benda-benda ke dalam kelasnya masing-masing agar memudahkan mencarinya.




Daftar Pustaka:

Aang imam, oktober 13, 2015  http://www.kuliah.info/2015/10/klasifikasi-makhluk-hidup-menurut-para-ahli.html diakses pada tanggal 10 februari 2018







Tidak ada komentar:

Posting Komentar