SEJARAH dan
PERKEMBANGAN KLASIFIKASI SECARA UMUM
Oleh :
Ni Kadek Desi Wulansari
Program D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana
Abstrak
Pembuatan
paper ini bertujuan untuk mengetahui Klasifikasi Tumbuhan dan Klasifikasi Hewan
secara umum.
Paper ini akan memberikan informasi
mengenai Sejarah dan Perkembangan dari Klasifikasi Tumbuhan dan Hewan dalam hal
ini Sejarah dan Perkembangan dapat diketahui apabila sudah membaca dan
mengetahui isi dari isi dari Sejarah dan Perkembangan tersebut untuk menambah
wawasan tentang apa itu Klasifikasi
bukan dari melihat saja tetapi dari membaca dan mendalami Sejarah dan
Perkembangan Klasifikasi Tumbuhan dan Hewan secara umum.
Kata Kunci :
Klasifikasi secara umum yaitu Klasifikasi Tumbuhan dan Hewan.
Latar Belakang
Di dunia ada sekitar 500 juta jenis organisme. Organisme ini memiliki
karakteristik yang beraneka ragam. Keragaman organisme ini kebutuhan sistem
untuk mengenali dan mempelajarinya. Beberapa ahli biologi mencoba untuk
menciptakan sebuah sistem untuk membuatnya lebih mudah untuk mengetahui dan
belajar melalui cara mengelompokkan organisme yaitu Klasifikasi adalah
pengelompokan atau penyusunan nama-nama makhluk hidup tumbuhan atau hewan untuk
memudahkan mempelajarinya. Secara garis besar klasifikasi yang mempelajari
tentang makhluk hidup tersebut juga mempunyai komponen-komponen yang tersusun
didalamnya. Didalam klasifikasi ini juga harus didukung dengan
informasi-informasi sehingga memudahkan untuk mencari atau menemukan hal dengan
cara yang mudah.
1.
Klasifikasi
Tumbuhan
Klasifikasi
Tumbuhan adalah adalah pembentukan kelompok-kelompok dari seluruh tumbuhan yang
ada di bumi ini hingga dapat disusun takson-takson secara teratur mengikuti
suatu hierarki.Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran,
penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan
(klasifikasi), dan penamaan tumbuhan.
Didalam klasifikasi ini terdapat cirri-ciri dari klasifikasi tumbuhan
yaitu:
- Dinding sel yang tersusun atas selulosa.
- Memiliki klorofil yang berfungsi sebagai fotosintesis.
- Karena memiliki klorofil, maka kingdom plantae bersifat
autotrof (dapat membuat makanan sendiri) dengan bantuan sinar matahari.
- Eukariot
- Multiseluler
- Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati)
- Mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya.
Klasifikasi
Menurut Para Ahli diantaranya:
·
Aristotales
Aristoteles ialah seorang ilmuwan sekaligus filosof Yunani kuno yang
merintis berkembangnya taksonomi, taksonomi adalah ilmu yang mempelajari
tentang klasifikasi makhluk hidup. Di
dalam bukunya, Historia Animalum, ia memperkenalkan sekitar 520 jenis hewan.
Oleh karena itu, Aristoteles dijuluki sebagai Bapak Zoologi. Aristoteles mengelompokkan hewan menjadi dua kelompok,
yaitu hewan berdarah merah seperti singa, harimau, kambing, dan lain lain, dan
hewan yang tidak berdarah merah contohnya seperti belalang.
·
Theophrastus
Theophrastus ialah murid Aristoteles.
Sebagai seorang pakar botani, ia memperkenalkan sekitar 500 jenis tumbuhan
dalam bukunya Historia Plantarum. Ia mengeompokkan tumbuhan menjadi 4 kelompok,
yaitu herba, semak, perdu, dan pohon.
·
John Ray ialah seorang ilmuwan berkebangsaan inggris. Ia
merintis pengelompokan makhluk hidup ke dalam kelompok-kelompok yang lebih
kecil. Dia juga lah yang mencetuskan konsep spesies. Menurut Ray, spesies
adalah:
1.
Sekelompok individu serupa yang memiliki nenek
moyang yang sama.
2.
TIdak
dihasilkan jenis lain.
3.
Organisme-organisme
yang menunjukkan adanya perbedaan yang kecil,tetapi mereka berasal dari nenek
moyang yang sama.
·
Carolus
Linnaeus (1707-1778)
Di pertengahan abad ke-18,
seorang ilmuwan dari Swedia yang bernama Carolus Linnaeus memperkenalkan
klasifikasi baru hasil penyempurnaan dari klasifikasi John Ray. Menurut
Linnaeus, suatu spesies adalah kelompok organisme yang memperlihatkan tipe yang
khusus. Organisme yang memiliki tipe berbeda dari suatu spesies tertentu
berarti tidak termasuk dalam spesies tersebut. suatu spesies tidak akan
mengalami perubahan.
Selain itu, Linnaeus juga memperkenalkan tata
nama makhluk hidup dengan pemakaian tingkatan atau takson dan nama
ilmiah. Linnaeus mendeskripsikan dan mendaftarkan tumbuhan di dalam bukunya
yang berjudul Species Plantarum (1753),
sedangkan hewan dituangkannya di dalam bukunya yang berjudul Systema Naturae (1758).
Selain memiliki ciri-ciri yang telah disebutkan di atas. Kingdom
Plantae juga memiliki klasifikasinya sendiri. Klasifikasi ini membantu kita
untuk dapat membedakan antara spesies yang satu dengan spesies yang lain dalam
Kingdom Plantae. Divisi Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
Tumbuhan lumut sangat mudah
ditemukan di kehidupan sehari-hari. Terutama di berbagai tempat yang lembab
seperti tembok, tanah, bebatuan lapuk bahkan menempel di kulit pohon. Tumbuhan
lumut menyukai tempat yang lembab. Ini dikarenakan saat bereproduksi tumbuhan
lumut membutuhkan air untuk melakukan pembuahan. Ketiadaan air, meyebabkan sel
kelamin jantan tidak bisa membuahi sel kelamin betina. Bagian tubuh pada lumut
yang memiliki kemiripan dengan akar disebut Rizoid. Rizoid memiliki fungsi
untuk menyerap air dan garam mineral serta sebagai alat perlekatan pada
habitatnya.
Contoh pada tembok. Tumbuhan lumut tidak memiliki floem dan xylem
yang berfungsi sebagai pembuluh angkut. Karena itulah, lumut sangat menyukai
tempat yang lembab dimana terdapat kandungan air yang cukup untuk
pertumbuhannya. Tumbuhan lumut terbagi atas 3 yaitu, Kelas Hepaticopsida (Lumut
Hati) , Kelas Anthocerotopsida (Lumut Tanduk) dan Kelas Bryopsida (Lumut Daun).
2. . Divisi
Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Tumbuhan Paku sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Tumbuhan paku bisa hidup di mana saja tetapi tumbuhan paku ini harus berada
didekat aliran air seperti sungai. Tumbuhan Paku ini merupakan kingdom plantae
yang memiliki akar, batang dan daun sejati. Susunan daun tumbuhan paku menyirip seperti bulu. Berbeda dengan lumut,
tumbuhan paku telah memiliki pembuluh angkut yaitu xylem dan floem. Selain itu
tumbuhan paku juga dapat hidup dimana saja terutama di tempat yang lembab
seperti di air, permukaan batu, tanah, hutan hujan tropis bahkan menempel di
kulit pohon. Tumbuhan paku memiliki bentuk yang bervariasi seperti lembaran,
perdu atau berbentuk seperti tanduk rusa.
3.
Divisi
Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
Tumbuhan
biji merupakan tingkatan tertinggi dari Kingdom Plantae. Tumbuhan biji telah
memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan biji menghasilkan biji sebagai
alat perkembang biakan. Selain itu, tumbuhan biji memiliki ketinggian dan
bentuk yang bervariasi dari divisi-divisi kingdom plantae sebelumnya. Mempunyai
habitat di darat dan sebagian di air contohnya pada teratai yang mengapung di
air. Reproduksi pada tumbuhan berbiji bereproduksi melalui penyerbukan dan
pembuahan. Divisi spermatophyte terbagi lagi atas dua sub divisi yaitu sub
divisi Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka) dan sub divisi angiospermae
(tumbuhan berbiji tertutup).
Sistem Klasifikasi dan Tokoh- tokoh
Pencetusnya
Dalam garis
besarnya, perkembangan sistem klasifikasi dari masa ke masa adalah sebagai
berikut:
·
Periode tertua
Dalam zaman prasejarah orang telah mengenal tumbuh-tumbuhan penghasil
bahan pangan yang penting seperti yang kita kenal sampai saat ini. Jenis-jenis
tumbuhan ini diperkirakan telah diperkenal sejak 7 sampai 10 ribu tahun yang
telah lalu, telah dibudidayakan oleh bangsa Mesir, China, Asiria dan Tigris Di
Timur Tengah serta bangsa-bangsa Indian di Amerika Utara dan Selatan, sejak
beberapa ribu tahun yang lalu telah dikenal berbagai jenis tumbuhan yang
merupakan penghasil bahan pangan, sandang, dan bahan obat yang berarti bahwa
sebenarnya merekapun telah menerapkan suatu sistem klasifikasi, dalam hal ini
suatu system klasifikasi yang didasarkan atas manfaat tumbuhan, sehingga tidak
dapat dianggap sebagai system buatan yang tertua. Jelaslah bahwa sejak berpuluh
– puluh abad yang lalu orang telah terjun dalam kegiatan – kegiatan taksonomi
tumbuhan, walaupun pengetahuan yang telah mereka kumpulkan belum begitu
berarti, juga belum ditata, belum menunjukan hubungan sebab dan akibat,
sehingga belum dapat disebut sebagai “ilmu pangetahuan”(science) menurut ukuran
sekarang.
·
.Periode sistem numerik
Periode ini
terjadi pada permulaan abad ke 18, yang ditandai dengan sifat sistem yang murni
artifisial, yang sengaja dibuat sebagai sarana pembantu dalam identifikas
tumbuhan. Sistem ini tidak menggunakan bentuk dan tekstur tumbuhan sebagai
dasar utama pengklasifikasian. Tetapi pengambilan kesimpulan mengenai
kekerabatan antara tumbuhan.
·
Periode sistem klasifikasi yang
didasarkan atas kesamman bentuk atau sistem alam,dari kira-kira akhir abad
ke-18 sampai pertengahan abad ke-19
Menjelang
berakhirnya abad ke-18 terjadi perubahan-perubahan yang revolusioner dalam
pengklasifikasiaan tumbuhan. Sistem klasifikasi yang baru ini disebut “sistem
alam” yaitu golongan yang terbentuk merupakan unit-unit ynag wajar (natural)
bila terdiri dari anggota-anggota itu,dan dengan demikian dapat tercermin
pengertian manusia mengenai yang disebut yang dikehendaki oleh alam. Secara
harfiah istilah “sistem alam” untuk aliran baru dalam klasifikasi ini tidak
begitu tepat karena pada hakekatnya semua sistem klasifikasi adalah sistem
buatan. Untuk sitem klasifikasi yang digunakan dalam periode ini, digunakan
nama “sistem alam” (natural system) dengan maksud untuk memenuhi keinginan
manusia akan adanya penataan yang tepat yang lebih baik dari sistem-sistem
sebelumnya.
·
Periode Sistem
Filogenetik dari Pertengahan abad ke 19 hingga sekarang
Sistem klasifikasi dalam periode ini berupaya untuk mengadakan
penggolongan tumbuhan yang sekaligus mencerminkan urutan – urutan golongan itu
dalam sejarah perkembangan filogenetiknya dan demikian juga menunjukan jauh
dekatnya hubungan kekerabatan yang satu dengan yang lain. Jadi dalam
klasifikasi ini dasar yang digunakan adalah “filogeni” dan dari sini lahirlah
nama “sistem filogenetik” kenyataanya, bahwa kemudian muncul sistem klasifikasi
yang berbeda, membuktikan bahwa persepsi dan interpretasi para ahli biologi
mengenai yang disebut filogeni itu masih berbeda-beda.
2. Klasifikasi Hewan
Kingdom Animalia atau biasa
disebut hewan merupakan organisme eukariotik (organisme dengan sel
kompleks) yang multiseluler. Berbeda dengan tumbuhan, hewan tidak
memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis untuk membuat
makanannya sendiri. Oleh karena itu, hewan harus mencari makanannya sendiri
untuk mendapatkan energi kemudian makanan tersebut dicerna di dalam
tubuhnya. Proses ini membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida
sebagai zat sisa.
Ciri-ciri
Klasifikasi Hewan atau kingdom animalia :
1.
Makhluk Hidup Multiseluler (Memiliki banyak sel)
2.
Bersifat Heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
3.
Memerlukan Oksigen
4.
Memiliki sel otot untuk penggerak dan sel saraf untuk rangsangan
5.
Reproduksi Umumnya Seksual, namun beberapa filum juga menggunakan
reproduksi aseksual
Didalam klasifikasi hewan terdapat golongan hewan Vertebrata dan Invertebrata
yaitu:
1.
Hewan Vertebrata
Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki
tulang belakang atau tulang punggung. Hewan-hewan yang tergolong dalam
Vertebrata dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni :
- Ikan (Pisces), yaitu Hewan yang hidup
didalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip dan
berkembang biak dengan cara bertelur.
- Amfibi (Amphibia), yaitu Hewan yang dapat hidup
di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengatur suhu
badan sendiri) dan bernafas dengan paru-paru. Contoh Hewan Amfibi seperti
Katak, Salamander dan kadal air.
- Reptil (Reptilia), adalah hewan melata yang
berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh Hewan
Reptil adalah buaya, kadal dan ular.
- Burung (Aves), yaitu Hewan yang bisa
terbang, Hewan Aves atau Burung ini memiliki bulu yang menutupi tubuhnya
dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Meskipun Aves sering disebut
sebagai hewan yang bisa terbang, ada beberapa jenis hewan yang tergolong
dalam Aves tetapi tidak bisa terbang seperti Ayam, Bebek, Angsa dan
Kalkun.
- Hewan Menyusui (Mammalia), yaitu hewan yang memiliki
kelenjar susu (betina) yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai
sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang
berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia
ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air. Contoh Hewan
Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan
Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus,
Lumba-lumba.
2. Hewan
Invertebrata
Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak
memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Struktur morfologi, sistem
pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan darah Hewan
Invertebrata lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata.
Hewan yang termasuk dalam golongan Hewan Invertebrata antara lain :
- Filum Protozoa, yaitu hewan yang bersel satu
yang hidup di dalam air. Bentuk tubuh Protozoa sangat kecil yaitu berkisar
antara 10-50 μm tetapi ada juga yang memiliki bentuk tubuh hingga 1mm.
Sumber makanan Protozoa adalah hewan dan tumbuhan. Berdasarkan alat
geraknya, Protozoa terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Rhizopoda (berkaki
semu), kelas Flagellata (berbulu cambuk), kelas Cilliata (berambut getar),
dan kelas Sporozoa (berspora).
- Filum Porifera atau hewan berpori, yaitu
hewan air yang hidup di laut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau
tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut dan dapat berpindah
tempat dengan bebas. Sumber makanan Porifera adalah Bakteri dan Plankton.
Filum Porifera terbagi menjadi 3 kelas yaitu Kelas Corcorea, kelas
Hexactinelida dan Kelas Demospangia.
- Filum Cnidaria, yaitu hewan yang memiliki sel
penyengat yang dinamai knidosit yang digunakan untuk menangkap mangsa dan
membela diri. Cnidaria dibagi menjadi 4 kelompok yaitu Anthozoa (anemone
laut, koral, pena laut), Scyphozoa (Ubur-ubur), Cubozoa (ubur-ubur kotak)
dan Hydrozoa. Filum Cnidari kebanyakan terdapat di lingkungan laut. Filum
Cnidaria terkadang dikategori sebagai filum Coelenterata karena merupakan
hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.
- Filum Ctenophora yaitu hewan yang memiliki
lubang-lubang kecil atau pori dihampir seluruh tubuhnya. Pori tersebut dapat
menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau
musuhnya.Meskipun bentuknya seperti ubur-ubur, tetapi filum Coelenterata
tidak memiliki sel penyengat (knidosit) seperti pada filmu Cnidaria. Filum
Ctenophora terkadang dikategorikan sebagai filum Coelenterata karena
merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.
- Filum Platyhelminthes atau Cacing Pipih, yaitu
hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing
pipih ini pada umumnya hidup di sungai, laut, danau ataupun sebagai
parasit di tubuh organisme lain. Terdapat 3 kelas dalam filum
Platyhelminthes yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda
(Cacing Isap) dan Cestoda (cacing pita).
- Filum Nematoda (Cacing Gilik), yaitu
cacing yang berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh Filum Nematoda berbentuk
runcing dan sedangkan tengahnya bulat. Contoh Cacing Gilik diantaranya
seperti cacing tambang, cacing askaris dan cacing filaria.
- Filum Annelida (Cacing Gelang), yaitu
cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan
berbagai sistem organ yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup.
Filum Annelida terbagi menjadi 5 kelas yaitu Polychaeta (berambut banyak),
Oligochaeta (berambut sedikit atau tidak ada rambut sama sekali), dan
Hirudinea (menghisap darah). Contoh cacing jenis Filum Annelida
diantaranya seperti cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas dan lintah.
- Filum Mollusca (Filum Moluska), yaitu
hewan yang bertubuh lunak baik dilindungi oleh cangkang maupun yang tidak
dilindungi oleh cangkang. Cangkang Filum Mollusca terdiri dari bahan
kalsium (zat kapur). Filum Mollusca terdiri dari 3 kelas yakni P (memiliki
2 buah cangkang seperti kerang, tiram dan simping), Gastropoda (Siput baik
yang bercangkang ataupun tidak), Cepalophoda (Gurita dan cumi-cumi),
Scaphopoda dan Amphineura.
- Filum Artropoda, yaitu filum bertubuh segmen
yang biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota
tubuh bersegmen berpasangan dan simetri bilateral. Filum Artropda juga
dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku. Filum Artropoda terbagi menjadi
beberapa kelas, diantaranya adalah Chelicerata (laba-laba, tungau,
kalajengking), Myriapoda (lipan), Krustasea (kepiting, lobster,
udang) dan Hexapoda (serangga).
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat
disimpulkan bahwa klasifikasi tumbuhan dan hewan adalah pengelompokan yang membantu
setiap orang dalam mengenal dan mempelajari organisme melalui dasar atau
kriteria dan hubungan kekerabatan antar organisme. Setiap orang dapat melakukan
klasifikasi pada makhluk hidup yaitu tumbuhan atau hewan, tetapi untuk
melakukan klasifikasi yang benar harus memenuhi dasar-sdasar klasifikasi yang
sudah ada. Klasifikasi juga dapat memudahkan dalam mencari hal yang diperlukan
dalam mengelompokkan benda-benda ke dalam kelasnya masing-masing agar
memudahkan mencarinya.
Daftar Pustaka:
Aang
imam, oktober 13, 2015 http://www.kuliah.info/2015/10/klasifikasi-makhluk-hidup-menurut-para-ahli.html diakses pada tanggal 10 februari 2018
abdul
hadi, http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Ciri-Klasifikasi-Struktur-Sistem-Organ-Kingdom-Plantae-Tumbuhan-Adalah.html diakses pada tanggal 10 februari 2018
abdul
hadi, http://www.softilmu.com/2015/10/Pengertian-Ciri-Klasifikasi-Sistem-Organ-Kingdom-Animalia-Adalah.html diakses pada tanggal 11 februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar