Welcome To My Blog
Kamis, 03 Mei 2018
Minggu, 15 April 2018
ANALISIS 20 JUDUL BUKU DAN SUBJEKNYA
ANALISIS 20 JUDUL BUKU DAN SUBJEKNYA
Oleh :
Ni Kadek Desi
Wulansari
Program D3
Perpustakaan FISIP Universitas Udayana
Abstrak:
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan
bagaimana analisis subjek dari buku. Analisis subjek adalah langkah awal dalam kegiatan klasifikasi
yaitu proses meneliti, mengkaji dan menyimpulkan isi yang dibahas dalam bahan
pustaka atau proses penentuan subjek isi yang terkandung dalam sebuah
koleksi.
Kata Kunci: Analisis
Subjek.
Latar belakang
Perpustakaan
merupakan suatu lembaga yang menyediakan sarana bagi pemustaka yang berupa
bahan pustaka. Di dalam bahan pustaka itu sendiri terdapat sebuah subjek yang
berfungsi untuk memudahkan pemustaka dalam mencari bahan pustaka yang diperlukan.
Dalam menentukan subjek dari bahan pustaka itu sendiri diperlukan tahap
klasifikasi.Klasifikasi yang digunakan di perpustakaan digunakan untuk berbagai
keperluan, antara lain ialah mengelompokkan buku subjek sejenis dalam satu
susunan serta mengatur penempatan buku di rak. Disamping klasifikasi yang
digunakan pemakai untuk mengakses koleksi, masih ada lagi sarana untuk akses ke
isi intelektual sebuah perpustakaan. Sarana itu ialah analisis subjek,Analisis
subjek adalah kegiatan atau proses penentuan subjek atau isi yang terkandung
dalam sebuah koleksi.Analisis subjek memberikan pendekaatan alfabetis secara
acak pada konsep yang temuat di koleksi perpustakaan. Klasifikasi dan Analisis
subjek merupakan teknik akses alternatif saling melengkapi terhadap koleksi
perpustakaan. Namun ada sedikit perpustakaan yang dalam menentukan sebuah
subjek kurang tepat. Dan ini sangat mempengaruhi pemustaka dalam mencari bahan
pustaka yang diperlukan.
Definisi/
Pengertian Analisis Subjek
·
Analisis Subjek
Untuk dapat
menentukan subjek sebuah koleksi atau bahan pustaka maka perlu dilakukan proses
analisis subjek. Analisis subjek adalah kegiatan atau proses penentuan subjek
atau isi yang terkandung dalam sebuah koleksi.
Dalam kegiatan analisis subjek ada dua hal penting
yang harus diperhatikan, yaitu jenis konsep dan jenis subjek. Jenis konsep
dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
a. Fenomena
Merupakan masalah yang menjadi bahasan
utama di dalam bahan Pustaka. Fenomena dibedakan menjadi objek konkret dan
objek abstrak. Objek konkret contohnya adalah Perpustakaan, Komputer. Sedangkan
objek abstrak contohnya antara lain budaya dan agama.
b. Disiplin
Ilmu
Merupakan disiplin ilmu utama atau
cabang dari disiplin ilmu utama yang dibahas dalam sebuah bahan pustaka.
Disiplin ilmu diutama disebut juga dengan istilah disiplin ilmu fundamental dan
cabang disiplin ilmu disebut subdisiplin. Misalnya ilmu sosial maka
cabang disiplin ilmu tersebut antara lain sosiologi, ilmu politik ilmu hukum,
administrasi dan lain sebagainya.
c. Bentuk
Penyajian
Merupakan organisasi penyajian subjek dalam bahan
pustaka menurut bentuk fisik, sistematika penyajian dan bentuk
intelektual. Seperti Majalah, Kamus, Ensiklopedi, Direktori,
Statistik.
Untuk jenis subjek
dibedakan ke dalam empat jenis. Keempat jenis subjek tersebut adalah:
a. Subjek Dasar
Adalah jenis subjek
bahan pustaka yang terdiri dari satu disiplin ilmu. Misalnya
politik, pendidikan, ekonomi dan lain-lain.
b. Subjek Sederhana adalah subyek
bahan pustaka terdiri dari satu faset pembagian dari satu disiplin
ilmu, Misalnya pendidikandasar
c. Subjek majemuk adalah jenis
subyek bahan pustaka terdiri dari lebih satu faset pembagian dari disiplin
ilmu. Misalnya Pendidikan Dasar di Indonesia
d. Subjek Kompleks adalah jenis
subjek suatu bahan pustaka yang terdiri dua subjek atau lebih yang saling
berinteraksi dari satu disiplin ilmu atau lebih, contoh pengaruh narkoba
terhadap kenakalan remaja.
Cara Menentukan Subjek
Hasil analisis
subjek adalah deskripsi tentang subjek sebuah koleksi. Untuk melakukan
proses analisis subjek sehingga menghasilkan deskripsi subjek sebuah koleksi,
dilakukan dengan cara:
1. Membaca
judul dari bahan pustaka, jika dirasa bahwa judul telah merefleksikan
subjek sebuah buku
2. Membaca halaman
sebalik halaman judul. Di dalam halaman judul terdapat katalog dalam
terbitan
yang dapat
menampilkan subjek dari sebuah bahan pustaka
3. Membaca daftar isi
jika dengan membaca judul dan halaman kolofon belum diketaui subjek dari
sebuah
koleksi.
4. Membaca
kata pengantar dari sebuah koleksi
5. Membaca
ringkasan buku yang biasanya terdapat pada halaman belakang buku.
6. Membaca
buku secara keseluruhan jika dengan melakukan berbagai instruksi di atas belum
ditemukan
subjek dari koleksi tersebut.
7. Menggunakan
sumber-sumber lain seperti bibliografi, kamus.
8. Bertanya
kepada subjek spesialis jika semua langkah telah dilakukan
belum mampu menentukan
subjek dari
sebuah koleksi.
Menentukan Notasi
atau Nomor Kelas
Notasi
atau nomor klas dapat diartikan sebagai simbol atau kode yang mewakili sebuah
subjek bahan pustaka dalam bagan klasifikasi. Notasi dapat berupa huruf, angka
bahkan warna. Namun diantara ketiga jenis notasi tersebut, angka merupakan
jenis notasi yang banyak digunakan oleh perpustakaan. Motivasi perpustakaan
memanfaatkan angka sebagai notasi salah satunya karena notasi angka memiliki
bagan yang berlaku secara internasional seperti DDC(Dewey Decimal
Classification), Universal Decimal Classificationdan Library
of Conggress.
Berikut ini adalah
penjelasan tentang ketiga jenis notasi yang dapat digunakan oleh perpustakaan:
a. Warna
Apabila perpustakaan akan menggunakan warna sebagai
identitas klasifikasi maka subjek dari koleksi diwakili oleh satu
jenis warna untuk setiap subjeknya. Misalnya warna putih untuk subjek karya
umum, merah untuk ilmu sosial, biru untuk subjek ilmu terapan dan seterusnya.
b. Huruf
Pada prinsipnya penggunaan abjad sebagai
notasi hampir sama dengan penggunaan warna dalam sistem klasifikasi, dimana
setiap abjad mewakili subjek tertentu. Misalnya huruf A mewakili subjek
pengetahuan umum, B mewakili subjek filsafat, C mewakili subjek agama dan
seterusnya.
c. Angka
atau nomor klasifikasi.
Jenis notasi yang
terakhir adalah notasi dengan menggunakan angka. Notasi angka diperoleh
dari sistem klasifikas yang ada. Saat ini ada berberapa sistem klasifikasi yang
familiar digunakan di Indonesia. Sistem tersebut antara lain Dewey
Decimal Classification (DDC), Universal Decimal Classification (UDC),Library
of Conggress (LC) dan Colon Classification. Disini
hanya akan dijelaskan satu sistem klasifikasi yaitu DDC karena sistem
klasifikasi ini adalah sistem klasifikasi yang paling banyak digunakan.
Dewey Decimal
Classification atau DDC merupakan salah
satusistem klasifikasi yang familiar digunakan oleh banyak perpustakaan di
Tanah Air. Sistem ini menyangkut seluruh subjek ilmu pengetahuan yang disusun
secara sistematis dan teratur. Pembagian ilmu (subjek ilmu pengetahuan) dimulai
dari subjek yang bersifat umum menuju subjek bersifat khusus.
Pembagian subjek
dalam sistem ini dimulai dari subjek besar atau umum yang disebut dengan kelas
utama.
Sepuluh kelas utama dalam DDC terdiri dari:
-
000 untuk
karya umum
- 100 untuk
filsafat dan psikologi
-
200 untuk
agama
-
300 untuk
ilmu sosial
-
400 untuk
bahasa
-
500 untuk
ilmu murni (sains)
-
600 untuk
teknologi/ilmu terapan
-
700 untuk
kesenian dan olahraga
-
800 untuk
kesusastraan
-
900 untuk
sejarah dan geografi
Analisis Subjek Buku
1.
Judul : Pendidikan Kewarganegaraan
untuk Perguruan Tinggi.
Disiplin
Ilmu : Karya Umum.
Fenomena : Perguruan Tinggi.
Bentuk : Buku.
Subjek : Pendidikan.
2.
Judul : Manajemen Pendidikan
Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana
Pengembangan Sekolah/ Madrasah.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Sosial.
Fenomena : Penyusunan Rencana Pengembangan
Sekolah/ Madrasah.
Bentuk : Buku.
Subjek : Manajemen Pendidikan.
3.
Judul : Dasar-dasar Kepemimpinan
Dalam Keperawatan.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (Teknologi).
Fenomena : Kepemimpinan Dalam Keperawatan.
Bentuk : Buku.
Subjek : Dasar-dasar Kepemimpinan.
4.
Judul : Komunikasi Dalam Keperawatan
Teori dan Aplikasi.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (Teknologi).
Fenomena : Teori dan Aplikasi.
Bentuk : Buku.
Subjek ; Komunikasi dalam Keperawatan.
5.
Judul : Sosiologi Suatu Pengantar.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Sosial.
Fenomena ; Suatu Pengantar.
Bentuk : Buku.
Subjek : Sosiologi.
6.
Judul : Rahasia dan Trik IT Paling
Dicari.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (Teknologi).
Fenomena : IT.
Bentuk : Buku
Subjek : Rahasia dan Trik IT.
7.
Judul : Buku Ajar Epidemiologi Dalam
kebidanan.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan.
Fenomena : Kebidanan.
Bentuk : Buku.
Subjek : Buku Ajar Epidemologi.
8.
Judul : Tips Microsoft Word untuk
Perkantoran.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (teknologi).
Fenomena : Microsoft Word untuk Perkantoran.
Bentuk : Buku.
Subjek : Tips Microsoft Word.
9.
Judul : Komunikasi Massa Suatu
Pengantar.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Sosial.
Fenomena : Suatu Pengantar.
Bentuk : Buku
Subjek : Komunikasi Massa.
10.
Judul : Kimia & Farmakologi
Bahan Alam.
Disiplin
Ilmu : Ilmu-ilmu Murni.
Fenomena : Bahan Alam.
Bentuk : Buku.
Subjek : Kimia & Farmakologi.
11.
Judul : Keluarga Berencana &
Kesehatan Reproduksi.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (Teknologi).
Fenomena : Keluarga Berencana/ Kesehatan
Reproduksi.
Bentuk : Buku.
Subjek : Keluarga Berencana/ Kesehatan
Reproduksi.
12.
Judul : Penilaian Status Gizi.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (Teknologi).
Fenomena : Status Gizi.
Bentuk : Buku.
Subjek : Status Gizi.
13.
Judul : Komunikasi keperawatan.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (Teknologi).
Fenomena : Komunikasi/ Keperawatan.
Bentuk : Buku.
Subjek : Komunikasi/ Keperawatan.
14.
Judul : Sejarah Dan Sistem
Psikologi.
Disiplin
Ilmu : Filsafat & Psikologi.
Fenomena : Sejarah/ Psikologi.
Bentuk : Buku.
Subjek : Sejarah/ Psikologi
15.
Judul : Kedokteran Klinis.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (Teknologi).
Fenomena : Kedokteran.
Bentuk : Buku.
Subjek : Kedokteran Klinis.
16.
Judul : Tuhan Maha Tahu Tetapi Dia
Menunggu.
Disiplin
Ilmu : Kesusastraan.
Fenomena : Tuhan Maha Tahu.
Bentuk : Buku.
Subjek : Tuhan Maha Tau/ Dia Menunggu.
17.
Judul : Hukum Waris Perdata.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Sosial.
Fenomena : Hukum Perdata.
Bentuk : Buku.
Subjek : Hukum Waris Perdata.
18.
Judul : Pengembalian Kerugian
Keuangan Negara Oleh Pelaku Korupsi.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Sosial.
Fenomena : Pelaku Korupsi.
Bentuk : Buku.
Subjek : Kerugian Keuangan Negara.
19.
Judul : Mikrobiologi Kedokteran.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (Teknologi).
Fenomena : Kedokteran.
Bentuk : Buku.
Subjek : Mikrobiologi/ Kedokteran.
20.
Judul : Intisari Mikrobiologi &
Imunologi.
Disiplin
Ilmu : Ilmu Terapan (Teknologi).
Fenomena : Mikrobiologi & Imunologi.
Bentuk : Buku.
Subjek : Mikrobiologi & Imunologi.
Kesimpulan
Berdasarkan dari
pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Analisis subjek adalah kegiatan
atau proses penentuan subjek atau isi yang terkandung dalam sebuah koleksi.
Dalam kegiatan analisis subjek ada dua hal penting yang harus diperhatikan,
yaitu jenis konsep dan jenis subjek. Jenis konsep dibedakan menjadi 3 jenis
yaitu fenomena, disiplin ilmu, dan bentuk penyajian. Sedangkan jenis
subjek dibedakan ke dalam empat jenis. Keempat jenis subjek tersebut
adalah subjek dasar, subjek sederhana, subjek manjemuk, dan subjek
kompleks. Notasi atau nomor kelas dapat diartikan sebagai simbol atau kode
yang mewakili sebuah subjek bahan pustaka dalam bagan klasifikasi. Notasi dapat
berupa huruf, angka bahkan warna. Namun diantara ketiga jenis notasi tersebut,
angka merupakan jenis notasi yang banyak digunakan oleh perpustakaan. Motivasi
perpustakaan memanfaatkan angka sebagai notasi salah satunya karena notasi
angka memiliki bagan yang berlaku secara internasional seperti DDC(Dewey Decimal Classification).
Selasa, 13 Februari 2018
MANFAAT KATALOG DULU dan KINI
MANFAAT
KATALOG DULU dan KINI
Oleh :
Ni Kadek Desi
Wulansari
1712312005
Program D3
Perpustakaan FISIP Universitas Udayana
Abstrak
Tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana manfaat
katalog dulu dan kini. Katalog perpustakaan adalah daftar semua bahan pustaka (buku,
majalah, kartografi, kaset, keping CD dan lain-lain) yang ada di
perpustakaan dengan dilengkapi oleh semua cantuman bibliografis sesuai dengan
sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan pustaka yang
dimiliki perpustakaan. Seiring dengan perkembangan katalog
perpustakaan juga berkembang dari waktu ke waktu akibat perkembangan yang
terkait dengan teknologi dan komunikasi. Hal ini menunjukn bahwa katalog terus
berkembang akibat zaman dan waktu ke waktu.
Kata Kunci :
Pengertian Katalog, Bentuk Katalog dan Manfaat Katalog Dulu dan Kini.
Latar Belakang
Seiring dengan
perkembangan teknologi, katalog sangtlah penting di kalangan perpustakaan.
Katalog juga merupakan wakil dari bahan pustaka, dan memberikan informasi yang
berkaitan dengan bahan pustaka. Dalam katalog juga dapat mempercepat dan
mempermudah dalam pencarian bahan pustaka, melalui
katalog pengguna dapat melakukan akses ke koleksi suatu perpustakaan. Perpustakaan
menginformasikan keadaan sumber daya koleksi yang dimilikinya kepada pengguna,
melalui katalognya. Katalog perpustakan juga tidak luput dari objek revolusi,
hal ini dibuktikan dengan munculnya inovasi pada media katalog dari masa ke
masa. Inovasi terhadap katalog perpustakaan ditujukan untuk memberi kemudahan
kepada pengguna perpustakaan dalam menemu-balikkan bahan pustaka yang
diinginkannya dari perpustakaan. Paper ini
juga akan menguraikan tentang pengertian, fungsi, bentuk dan manfaat dari katalog.
A.
Pengertian
katalog
Katalog berasal
dari bahasa Indonesia berasal dari kata Catalog dalam bahasa Belanda, serta Catalogue dari bahasa Inggris. Istilah katalog itu
sendiri berasal dari frase Yunani Katalogos. Kata
bermakna sarana atau menurut, sedangkan logos memiliki
berbagai arti seperti kata, susunan, alasan dan nalar. Jadi katalog dari segi
kata bermakna sebuah karya dengan isinya disusun menuruit cara yang masuk akal.
Menurut sebuah simpanan rencana atau hanya berdasarkan kata demi kata.(strout
1957)
Beberapa definisi katalog menurut
ilmu perpustakaan dapat disebutkan sebagai berikut :
·
Katalog berarti daftar berbagai jenis koleksi perpustakaan yang disusun
menurut sistem tertentu. (Fathmi, 2004)
·
A catalogue is a list of, an index to, a collection of books and/or other
materials. It enables the user to discover : what material is present in the
collection, where this material may be found. (Hunter)
·
suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan-bahan lain dalam suatu
perpustakaan ,dengan informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit,
tahun terbit, bentuk fisik, subjek, ciri khas bahan dan tempatnya. (Gates)
·
Katalog perpustakaan merupakan suatu rekaman atau daftar bahan pustaka yang
dimiliki oleh suatu perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun
menurut aturan dan sistem tertentu. (Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan, 2003)
Menurut Sulistyo-Basuki
(1993: 315), “katalog perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan
atau dalam sebuah koleksi. Daftar menunjukkan susunan menurut prinsip tertentu
dan sedangkan buku mencakup arti buku dalam arti luas”. Sejalan dengan pendapat
tersebut, menurut Listariono (2011) katalog perpustakaan merupakan daftar buku
atau bahan pustaka bentuk yang lain. Dalam katalog ini dimuat tentang nama
pengarang, judul buku,edisi, cetakan, kota terbit, penerbit dan tahun terbit.
Dengan katalog perpustakaan ini pengguna perpustakaan dapat memperoleh sumber
informasi yang dimiliki oleh perpustakaan.
B.
Fungsi Katalog
Katalog perpustakaan mencatat data mengenai buku itu
sehingga pembaca dapat menemukannya dengan cepat. Karena itu katalog harus
mencatat data yang lengkap mengenai buku yang ada diperpustakaan. Tujuan
katalog seperti itu telah diurikan oleh pustakawan Cutter pada tahun 1876,
adapun tujuan dan objek katalog ialah :
1.
Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui berdasarkan
a. Pengarangnya
b. Judulnya
c. Subjeknya
2.
Menunjukan buku yang dimiliki perpustakaan
a. Oleh pengaraang
tertentu
b. Berdasarkan
subjek tertentu
c. Dalam jenis
literatur tertentu
3.
Membantu dalam pemilihan buku
a. Berdasarkan
edisinya
b. Berdasarkan
karakternya (sastra ataukah topik)
Fungsi tersebut dikemukakan oleh Cutter lebih dari 100 tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih sangat relevan tentunya dengan beberapa penyesuaian seperti istilah buku sebaiknya diganti dengan istilah koleksi. Sedangkan untuk katalog induk mempunyai fungsi tambahan antara lain mempermudah penyalinan katalog (copy cataloguing), mendukung pengawasan bibliografi (bibliographic control), dan menopang silang layan (inter library loan).
Qalyubi dkk (2007) menyebutkan
fungsi katalog adalah sebagai berikut :
a. Mencatat karya
seseorang pada tajuk yang sama.
b. Menyusun entri
pengarang secara tepat sehingga semua karya seseorang berada pada tajuk yang
sama.
c. Mencatat semua
judul bahan pustaka yang dimiliki suatu perpustakaan.
d. Menunjukkan
rujukan silang (cross reference)
dari beberapa istilah atau nama-nama yang sama yang digunakan sebagai tajuk.
e. Memberikan
petunjuk letak/lokasi bahan pustaka yang disusun pada perpustakaan. memberikan
uraian tentang setiap karya yang dimiliki suatu perpustakaan sehingga pengguna
perpustakaan (user) dapat
memperoleh informasi yang lengkap tentag karya itu.
C. Bentuk-bentuk Katalog
·
Bentuk Fisik Katalog
Bentuk katalog
yang digunakan di perpustakaan mengalami perubahan-perubahan atau
perkembangan-perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog
terlihat dari bentuk fisiknya yang dapat dikelompokkan :
1. Katalog
berbentuk buku (book catalog)
Katalog berbentuk buku, katalog
tersebut sering juga disebut katalog tercetak (printed catalog). Keuntungan dari katalog berbentuk buku
adalah dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan, dapat diletakkan pada berbagai
tempat, dan mudah disebarluaskan ke perpustakaan lain.
Kelebihan dari katalog buku ini
adalah entri pada katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat, mudah
menyimpannya, mudah menanganinya, bentuknya ringkas dan rapi.
Kelemahan dari katalog/indeks
berbentuk buku adalah cepat usang atau ketinggalan jaman. Hal itu
terjadi karena setiap kali perpustakaan memperoleh buku baru, berarti katalog
sebelumnya harus diperbaharui kembali, atau setidak-tidaknya membuat
suplemen. Dengan demikian, katalog berbentuk buku ini tidak luwes.
Biaya pembuatan berbentuk buku cenderung lebih mahal, karena bentuk dan jumlah
cantumannya sering berubah, katalog berbentuk buku cenderung ditinggalkan oleh
perpustakaan dan beralih ke katalog kartu.
2. Katalog Kartu (card catalog)
Bentuk katalog kartu masih banyak
digunakan di perpustakaan hingga saat ini. Keuntungan dari katalog kartu
ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di
perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan
pada jajaran kartu yang ada.
Penggunaan katalog kartu tidak
dipengaruhi faktor luar, misalnya terputusnya aliran listrik, dan kemungkinan
rusak sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar. Kelemahannya
ialah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga Pemustaka (user) sering harus
antri menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar, karena harus
memilah-milah jajaran kartu sesuai urutan indeksnya.
3. Katalog Berkas (Sheaf
Catalog)
Merupakan kumpulan kertas/ kartu
berupa lembaran berukuran 7,5 x 12,5 cm. atau 10 x 15 cm. Masing-masing lembar
berisi data katalog. Pada bagian kiri diberi lubang. Kemudian diikat atau
dijilid. Pada bagian depan dan belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai
pelindung. Setiap berkas dapat memuat antara 500 hingga 600 lembar. Berkas yang
sudah terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas.
4. Katalog Cetak
Merupakan proses Setelah uraian-uraian katalog disusun menurut system
tertentu, kemudian dicetak menjadi semacam bibliografi sebanyak yang
diperlukan. Kelebihan bentuk ini ialah katalog dapat diperbanyak dan dibawa kemana-mana.
Tetapi kelemahannya tidak dapat menerima entri-entri baru.
5. Katalog COM (Computer Output
Microform)
Dibuat pada salah satu bentuk microfilm atau microfishe.
Katalog dalam bentuk mikro ini relative lebih murah jika dibandingkan dengan
katalog dalam bentuk buku, dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah
daripada katalog kartu. Disisi lain, banyak pelanggan menemukan versi microfiche yang tidak
menyenangkan digunakan. (Taylor, 1992 dalam Hasugian, 2009).
6.
Katalog CD-ROM (Compact
Disk Read Only Memory)
Merupakan
katalog yang dikemas dalam bentuk CD dan dioperasikan dengan menggunakan
komputer.
7. OPAC (Online Public Access Catalog)
Merupakan katalog yang tersimpan di komputer, dapat
diakses dari berbagai titik atau lokasi selama titik/lokasi tersebut tergabung
dalam jaringan internet. Menurut Hermanto (2007) OPAC banyak di gunakan pada
berbagai perpustakaan karena memiliki berbagai keuntungan diantaranya :
1. Penelusuran
informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
2. Penelusuran dapat
dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu
3. Jajaran
tertentu tidak perlu di-file
4. Penelusuran
dapat dilakukan dari berbagai pendekatan sekaligus
5. Rekaman
bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas
D. Jenis-Jenis
Katalog
Katalog terdiri dari beberapa
jenis, yaitu
1.Katalog Pengarang
Digunakan jika
buku yang akan kita cari hanya diketahui nama pengarangnya. Atau ingin
mengetahui pengarang tertentu telah mengarang buku apa saja. Katalog pengarang
disusun sistematis berdasarkan nama pengarang suatu karya di dalam kabinet
katalog. Penulisan nama pengarang adalah dengan cara menuliskan terlebih dahulu
nama keluarga.
2.Katalog Judul
Digunakan jika
buku yang akan kita cari hanya diketahui judul bukunya. Atau ingin mengetahui
judul buku tertentu yang sama telah dikarang oleh pengarang mana
saja. Katalog judul disusun secara sistematis berdasarkan judul dalam kabinet
katalog. Melalui katalog judul dapat diketahui judul-judul buku yang sama, yang
dikarang oleh pengarang yang berbeda.
b. Katalog leksikal (directionary
catalogue)
Digunakan
bila kita ingin mengetahui berbagai buku yang membahas subyek yang
sama, biasanya sering digunakan dalam mengumpulkan bahan pustaka untuk
kepentingan pembuatan penelitian, makalah dsb. yang membahas suatu subyek
tertentu. Melalui katalog subyek akan diketahui karya-karya yang
dikarang oleh berbagai pengarang dengan judul yang berbeda-beda tetapi memiliki
pokok bahsan yang sama.
c. Katalog terbagi atau susunan
terpisah (divided catalogue).
Yaitu katalog
yang sebelumnya dibagi berdasarkan : Subjek, Pengarang, dan Judul.
Masing-masing kelompok kemudian disusun berdasarkan abjad (secara alfabetis).
d. Katalog (Classed
catalog atau classified catalogue)
Yaitu katalog
subjek yang disusun menurut suatu urutan nomor klasifikasi.
E. Susunan Katalog
A. Katalog
Abjad terdiri dari :
1. Katalog Pengarang yaitu memberikan informasi mengenai karya seorang
pengarang yang dimiliki perpustakaan.
Pengertian pengarang mencangkup juga editor, complier, ilustrator, penerjemah
dan lain-lain.
2. Katalog Judul yaitu merupakan entri judul disusun menurut abjad
3. Katalog Subjek yaitu entri subjek disusun menurut abjad, memungkinkan
pengguna mengakses katalog menurut judul.
4. Katalog Susunan Kamus yaitu katalog yang mencakup semua entri dalam satu
jajaran.
B. Katalog berkelas
1. Alphabetico-classed catalogue
Katalog dengan entri subjek disusun menurut sebuah bagan klasifikasi. Dalam
susunan ini, mula-mula entri katalog disusun menurut susunan klas, kemudian
subdivisi dalam klas tersebut disusun menurut abjad.
2. Katalog terbagi (divided catalogue)
Katalog terbagi sebenarnya merupakan sempalan dari katalog susunan kamus.
Pada katalog terbagi terdapat 2 jajaran utama, yaitu jajaran subjek disusun
menurut abjad serta gabungan pengarang dan judul, sisusun menurut abjad.
Katalog ini merupakan katalog susunan kamus.
F. Manfaat Katalog
Jika kita lihat beberapa tahun
yang lalu mungkin katalog tidak secanggih masa kini, namun jika kita
membayangkan tentang katalog masa dulu mungkin kita terbayang dengan kartu yang
berbentuk kotak, dengan ukuran tertentu dan memiliki beberapa fungsi seperti
sebagai informasi yang akan membantu pemustaka. Jika kita melihat manfaat
katalog masa dulu dan kini mungkin sangat bermanfaat bagi pengguna perpustakaan
dalam mencari atau mengetahui buku-buku yang ada di suatu perpustakaan. Selain
itu banyak lagi manfaat katalog seperti:
a) Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku
apa saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakaan:
·
Yang ditulis oleh pengarang tertentu
·
Dengan judul tertentu
·
Mengenai subjek tertentu
b) Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di
pasaran agar dapat dibeli.
c) Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang
ada dan diterbitkan di dalam suatu Negara.
d) Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk
perpustakaan.
e) Sebagai sarana promosi buku bagi took / penerbit.
Dengan adanya OPAC (Online Public
Acces Catalogue ) adalah jenis katalog yang paling sering digunakan dengan
memanfaatkan kecanggihan komputer. Bentuk ini adalah yang paling fleksibel dan
paling modern. Beberapa keunggulannya yaitu :
1. Filing tidak
diperlukan lagi,
2. Database dapat
di update secara online atau remote,
3. Tersedianya
menu help dan cross reference
4. Dapat diproduksi
dalam bentuk katalog lain,
5. Dapat
dihubungkan dengan database lain.
·
Katalog dulu atau katalog manual
1. Praktis, sehingga
setiap kali penambahan buku baru diperpustakaan tidak akan menimbulkan masalah karena entri baru dapat disisipkan
pada jajaran kartu yang ada.
2. Tidak dipengaruhi faktor
luar, misalnya terputusnya aliran listrik.
3. Kemungkinan rusak
sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar.
4. Dapat dicetak
sesuai dengan kebutuhan.
5. Dapat
diletakkan pada berbagai tempat.
6. Mudah
disebarluaskan ke perpustakaan lain.
7. Entri pada
katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat.
8. Mudah menyimpannya.
9. Mudah menanganinya
·
Katalog kini atau katalog on line
1. Cantuman bibliografi pada
OPAC dapat ditelusur dalam berbagai cara dan dapat ditampilkan pada berbagai
bentuk format tampilan, sedangkan pada katalog kartu hal itu tidak mungkin.
2. OPAC dapat memberi
reaksi dan merespon pengguna dalam suatu cara yang cerdas.
3. Menghemat waktu.
4. Dapat diakses melalui
terminal pada tempat yang berbeda dari dalam atau dari luar gedung
perpustakaan, melalui local area
networks (LAN) dan wide
area networks (WAN).
5. Bantuan temu balik
(retrieval aids).
6. Bantuan bahasa (linguistic aids).
7. Bantuan menjelajah
(navigational aids).
8. Bantuan arti kata (semantic aids).
Kesimpulan
Berdasarkan dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan
sebagai suatu system informasi berfungsi menyimpan pengetahuan dalam berbagai
bentuk serta pengaturannya sedemikian rupa, sehingga informasi yang diperlukan
dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat. Sebagai penyedia informasi
perpustakaan dituntut untuk mampu melayani pemustaka dengan waktu
yang relatif cepat untuk memberikan kepuasan layanan bagi pemustaka dalam dunia perpustakaan katalog diartikan sebagai
daftar berbagai jenis koleksi, dapat berupa buku yang dibuat menurut
sistem atau cara tertentu, secara alfabetis maupun secara sistematis untuk
memudahkan penemuan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan pemustaka (user) maupun oleh
petugas perpustakaan. Katalog juga mempunyai presentasi ciri-ciri dari sebuah bahan pustaka
atau dokumen (misalnya: judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.)
koleksi perpustakaan yang merupakan wakil ringkas bahan pustaka tersebut yang
disusun secara sistematis. Pengatalogan merupakan kegiatan menyiapkan pembuatan wakil ringkas dokumen (condensed representations) atau
katalog, untuk digunakan sebagai sarana temu kembali, agar dokumen yang dicari
dapat ditemukan dengan cepat dan tepat. Banyak perpustakaan yang
menggunakan OPAC karena dapat memudahkan untuk mencari dan hanya mengetik judul
dan nama saja.
Jadi
secara garis besar katalog sangat bermanfaat di sebuah perpustakaan yang ada di
dunia ini, dengan adanya katalog orang-orang pengguna perpustakaan dengan mudah
dalam mencari koleksi yang ada di perpustakaan, apaliagi dengan adanya sistem
OPAC penggua pustaka dengan sangat cepat dalam menemukan koleksi yang ada di
perpustakaan.
Daftar Pustaka
Sulistyo Basuki,
1993.Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta:Gramedia Pustaka. Diakses pada tanggal 12 februari 2018
Syam,
Edi. (2016). Pengertian, Jenis dan Manfaat Katalog. Diakses 13
Februari 2017
Fahmi, Yusri.
(2015). Katalog Perpustakaan di Era World Wide Web: Redefinisi Tujuan
dan Fungsi Katalog Perpustakaan. Diakses pada
tanggal 12 Februari 2018
http://www.kompasiana.com/elfarach/katalog-perpustakaan-di-era-world-wide-web-redefinisi-tujuan-dan-fungsi-katalog-perpustakaan_54f79c37a33311601c8b4578
http://www.kompasiana.com/elfarach/katalog-perpustakaan-di-era-world-wide-web-redefinisi-tujuan-dan-fungsi-katalog-perpustakaan_54f79c37a33311601c8b4578
Langganan:
Postingan (Atom)