Jumat, 29 September 2017





JUDUL                                  : 3 ANAK HIDUP TANPA ORANGTUA

JENIS                                     : BERITA

SUMBER                               : NET.TV

TEMPAT KEJADIAN        : KARANGASEM, BALI

 

 

SINOPSIS BERITA

            Dalam salah satu stasiun televisi swasta ( Net TV) melaporkan berita bahwa di Karangasem,Bali terdapat 3 anak yang terlantar dan kurang kasih sayang dari orangtua mereka.

Kita semua tahu bahwa Indonesia sangat beraneka ragam dari budaya, suku, pulau, daerah. Nah, apakah kita tahu dan berfikir bahwa banyak didaerah, atau dinegara luar sana banyak sekali anak-anak atau orang-orang yang masih membutuhkan kasih sayang dari orangtua. Seperti video yang kita lihat diatas, bahwa terdapat tiga orang anak yang berusaha menghidupi dirinya beserta adiknya untuk bertahan hidup. Tanpa adanya penerangan dan air untuk membersihkan diri karena tempat tinggal anak tersebut jauh dari desa dan penduduk. I Ketut Sana itulah nama dari salah satu dari ketiga anak tersebut, Ketut Sana berusia 12 tahun  dan ia memiliki cita-cita yang sangat mulia, ia ingin menjadi guru.
 Ketut Sana sudah 4 tahun ditinggal oleh ayahnya yang sudah meninggal dunia dan ibunya menikah dan sampai hati untuk meninggalkan tiga orang  anaknya itu tanpa alasan. Ketut Sana tidak mengetahui keberadaan Ibunya sampai sekarang, kegiatan Ketut Sana setelah ditinggalkan oleh orangtuanya adalah setiap hari mencari kayu bakar setelah pulang sekolah, menyabit dan semua kegiatan itu ia lakukan sendiri. Dengan luas kamar 2,3 x 3 meter Ketut Sana beserta dua saudaranya menghabiskan waktu, tanpa jendela dan alat penerangan. Tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Karangasem beserta Kementrian Sosial telah memberikan bantuan renovasi rumah jauh sebelum 3 anak ini ditinggalkan oleh orangtuanya. I Made Sosiawan mengatakan bahwa “sepakat yang pertama dari KEMENSOS akan memberikan rehabilitasi rumah yang senilai 15 jt, kemudia alat dapur dan alat rumah tangga yang senilai 2,5 jt, kemudia pakaian sekolah”. Kedepan hingga Desember 2016 Pemerintah Kabupaten Karangasem akan menanggung kebutuhan 3 anak tersebut dana yang diambil dari bantuan sosial yang dibutuhkan untuk 4 bulan.
            Dari video diatas dapat diketahui bahwa kita sangat perlu kasih sayang dari orangtua dan kesejahteraan penduduk, bukan malah membiarkan dan menelantarkan anak yang menjadi tanggungjawab kita sebagai orangtua. dari UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT), menjelaskan tentang tindak kekerasan penelantaran. Pada Pasal 9 berbunyi: (1) Setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut.

            Dengan adanya kasus ini diharapkan setiap orang tua memiliki kesadaran bagaimana pentingnya untuk merawat dan menjaga buah hati mereka. Bukan hanya dari orang tua itu saja, tetapi dari lingkungan masyarakat dan pemerintah juga harus saling bahu membahu agar masalah seperti ini tidak terjadi di kemudian hari. 

14 komentar:

  1. Sangat prihatin saya melihat video blog diatas , diluar sana banyak orang yang kurang bersyukur atas apa yang sudah dipunya , tanpa melihat kebawah masih banyak ada anak yang terlantar :)

    BalasHapus
  2. Anak merupakan sebuah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa sebenarnya anugrah tersebut kita rawat, didik, dll dengan sebaik mungkin bukannya menelantarkan.

    BalasHapus
  3. Menjadi orangtua merupakan suatu kewajiban untuk merawat anak, bukan malah menelantarkan. Saya salut dengan ke 3 anak tersebut, karena bisa hidup mandiri tanpa orangtua. Saya sendiri yang hidup bersama orangtua masih sangat berganung dengan orangtua. Jadi sebagai orangtua harus merawat buah hati engan kasih sayang. Sekian, terimakasih :)

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Menurut saya perlakuan orangtua dari 3 anak tersebut salah, tega meninggalkan buah hati atau darah daging sendiri. banyak orang tua yang tidak peka terhadap anaknya, mereka berfikir setelah memenuhi kebutuhan jasmani sudah di anggap sebagia orang tua yang peduli terhadap anak. Padahal ada kebutuhan rohani yang lebih utama. Sangat banyak diantara orang tua yang terlalu sibuk dengan urusan dan kesibukan sendiri dengan alasan ingin memenuhi kebutuhan jasmani semata. Saya terharu melihat ketiga anak itu:)

    BalasHapus
  8. Kita harus bersyukur karena masih memiliki orangtua

    BalasHapus
  9. Seharusnya orangtua mereka tidak menelantarkan anak anak mereka. Karena sangat tidak mengenakan tidak mempunyai orang tua, jangankan ditinggal jauh, perceraian saja membuat mental anak menjadi kacau.

    BalasHapus
  10. Banyak orang tua diluar sna yang mengharapkan kehadiran seorang anak namun betapa teganya ibuk dari dri ketiga anak2 ini yg smpai meninggalkan darah dagingnya begitu saja. Saya sangat slut sma ketiga saudra walaupun hidup tanpa orang tua tapi meraka bisa menjalani hidup nya tanpa ada rasa mengeluh meraka menjalinin hidup dengan saling bahu membahu.

    BalasHapus
  11. Hal ini sangat disayangkan dan sangat miris sekali, tiga orang anak hidup tanpa orang tua di tengah sunyinya hutan. Mereka juga harus bekerja banting tulang untuk biaya hidup mereka. Pemerintah setempat seharusnya cepat bertindak dengan keadaan ini, kemudahan demi kemudahan harus di dapatkan anak ini untuk meraih mimpi mereka.

    BalasHapus
  12. sangat salut kepada ke 3 anak tersebut, karena sudah bisa mandiri sudah sejak dari kecil, kita yang sebagai generasi milenial seharusnya juga sudah tidak lagi ketergantungan dengan orang tua dalam mengurus diri sendiri.

    BalasHapus
  13. Orang tua semestinya memberikan kasih sayang kepada anaknya bukan malah meninggalkan anaknya begitu saja tanpa alasan. Semoga kelak ibu dari ketiga anak tersebut sadar akan prilaku buruk yang telah ia perbuat

    BalasHapus
  14. Miris kata itu yang saya lihat dari berita diatas, seharusnya ibu dari anak anak tidaklah pantas menginggalkan anak yang mash dibawah umur demi kepentingan tersendiri.

    BalasHapus